Ini Kuliah Umum dan Diskusi Kebangsaan di STIKES Nusantara Kupang

POS KUPANG.COM | KUPANG– Sekolah Tinggi Kesehatan Nusantara Kupang mengadakan kuliah umum dan diskusi kebangsaan dengan tema paradoks ekonomi di Indonesia. Nara sumber dalam diskusi ini adalah Dr. (HC) Hashim S. Djojohadikusumo, selaku pelaku ekonomi nasional dan internasional. Diskusi ini membahas aneka persoalan ekonomi di Indonesia dan bagaimana mengatasinya.

Kegiatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Esthon Feonay selaku penasihat yayasan Kunci ilmu, yayasan yang menaungi Stikes Nusantara dalam sambutan mengucapkan limpah terimakasih atas kehadiran Dr. Hashim memberikan kuliah umum.

Dr. Hashim dalam kuliah umum ini, mengajak semua yang hadir berani membuat suatu terobosan demi meningkatkan perekonomian. Terobosan yang ia maksudkan tidak terlepas dari karakter dan tekad pribadi yang benar-benar ingin maju, artinya harus berangkat dari diri sendiri.

Menurutnya setiap pribadi mesti punya niat untuk maju. Kalau seseorang punya niat untuk menjadi lebih baik kata dia, tentu akan rajin belajar dan membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan.

Terutama kepada para mahasiswa, ia mengatakan, mahasiswa belajar bukan untuk sekedar mendapat nilai, tetapi lebih dari itu, yakni mengasah keterampilan berpikir cerdas dan bekerja efisien dan dan efektif.

Ia menambahkan, dari segi kekayaan alam, Indonesia cukup kaya. Di NTT, ungkapnya prospek pariwisata sangat bagus. “Nah bagaimana hal ini bisa kita kembangkan demi mendongkrak perekonomian kita. Tentu butuh pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Nah siapa? Yah kalian-kalian, muda-mudi ini,” ungkapnya.

Robert Liu, usahawan yang turut hadir menjadi peserta dalam disikusi itu, kepada POS KUPANG mengaku terkesan dengan materi yang disajikan oleh Dr. Hashim.

Menurutnya Dr. Hashim, tidak berbicara sesuatu luar biasa tetapi amat mendasar, yakni pertumbuhan perekonomian bisa meningkat kalau masing-masing pribadi punya tekad untuk berkembang.

“Itu hal yang seringkali tidak disadari oleh masyarakat. Meningkatkan perokonomian merupakan tanggung jawab kita semua, karena kita juga yang akan merasakan dampaknya. Tapi seperti yang dijelaskan beliau tadi, kita tentu harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai,” ungkapnya.

Acara ini berjalan lancar. Tidak hanya pemaparan materi tetapi ada juga sesi tanya jawab yang dipandu oleh Mario Viera, selaku moderator.

Hadir dalam diskusi itu sejumlah tokoh penting antara lain, ketua yayasan Rudizoon Dokopatty, Eston Feonay selaku penasehat yayasan kunci ilmu, dan Fary Francis ketua komisi V DPR RI.

Peserta diskusi yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa dari berbagai universitas di Kupang, tetapi juga dari masyarakat terutama mereka yang bergelut dalam aneka usaha, baik kecil maupun menengah. (*)